Webnovel

Share

Synopsis

Namaku ken , seorang buruh harian yang bekerja di Pt.Hyundai company namun hal itu berubah setelah aku dipanggil oleh sang raja. Seolah hidup ku terulang kembali.

Top reviews

here story begins

Chapter 1: awal perjalanan

Prolog...

Kenalkan aku Ken, seorang buruh yang berusia 28tahun, kadang banyak orang yang mencerca kenapa memilih menjadi buruh padahal masih muda.

Ah tapi itu masa lalu perkenalkan nama saya ken dan sekarang saya masih seorang buruh .... eh salah saya ken raja ke-34 kerajaan britain, hobi saya menonton hal hal yang berkaitan dengan kerajaan, dan sejarah kebetulan saya juga sangat humoris nah di bagian berikutnya saya akan menceritakan awal perjalanan saya sebagai raja.

Saat menonton aku bisa menghabiskan waktu setiap weekend , kenapa gua bisa jadi raja?. Begini awalnya aku bangun pagi sekali di hari sabtu 28 juni 2018 haha ya bener bener gua bukan seorang cowo pemalas ... tiba tiba datanglah ini cewek didepan rumah dengan setelan jas dan membawa koper. "Kamu punya waktu 1jam untuk berkemas dan pergi dari sini!" setengah berteriak ke muka gua yang baru bangun tidur sambil gosok gigi.

Ku gosok-gosok mata dan bertanya "mbak ini teh sapa ya ?. aku ra kenal"tanpa basa basi gua langsung ditarik oleh 2 orang berbadan tegap kemudian dilempar kedalam mobil (masih gosok gigi).

Di dalam mobil kulanjutkan lah gosok gigi ku dan , kutanya kepada cewek yang memakai setelan "mbak punya akua?" (akuanya buat kumur kumur)dan ternyata ada gua dikasih akua , ya ku bersihkan deh bekas gosok gigi sambil kumur kumur 😁. terus gua dibawa kabur ke bandara , sempet gua pikir apakah gua diculik? eh tapi gua kan jelek mana ada orang yang mau nyulik gua. Hmmm ya udah gua santai santai di mobil sambil liat liat jalanan.

Setelah sampai dibandara gua kaget terus tanya nih ke mbaknya "mbak kok aku dibawa ke bandara sih ?".

Si mbak tadi jawab "nanti bakalan ada perempuan penting yang mau ketemu kamu". Gua kaget lah jangan jangan gua mau dijadiin budak mainan buat bibi bibi kaya raya terus melayani dia seumur hidup, gua mulai menangis ku bacotin lah mbak tadi

"mbak jangan mbak masa 6tahun sd, 3tahun smp, 2 tahun sma g tamat malah jadi babu".

Wajah cewe tadi memerah dan disitu gua bingung apakah itu memerah karena kasihan sama gua atau apa. Kucoba liat kemana tujuan penerbangannya tertulis Britain ntah negara mana pula itu :( , ku coba untuk tenang dan tidak kaget.. eh ternyata g bisa, aku pun mulai berontak kesana kemari namun para pengawal "GENDERUWO" tadi memegang tubuh ku erat erat. Sekali lagi gua dilempar masuk ke dalam pesawat, ternyata pesawatnya pesawat pribadi nah kecurigaan ku tentang bibi bibi kaya tadi makin kuat, aku hanya bisa pasrah bila ini takdir hidupku biarlah terjadi aku pun duduk termenung di pesawat sementara waktu semakin berlalu, menit demi menit , jam demi jam, gua pun bobo dikursi pesawat dengan nyaman, sejujurnya lebih nyaman dari rumah ..... hehehe empuk ada pegangannya yang kurang cuma cewek buat dipeluk..... :(

Esok paginya...

Kembali lagi sama saya ken, reporter tv-two melaporkan dari tempat kejadian ... eh canda jeng. Selamat pagi dunia , ini hal yang biasa ku katakan di pagi hari setelah tidur malam yang nyenyak namun hari ini berbeda.

Gua bangun tidur di pesawat... wah aku ingat ingat kejadian kemarin dan gua kembali nangis , hiks hiks mamah papah, maaf kan aku belum bisa membahagiakan kalian. Mungkin lebaran kali ini aku g bisa pulang....

Tiba tiba mbak mbak itu datang, setelah kuperhatikan tubuhnya lumayan juga... eh astaga dia penculikmu bodoh ... dia datang dan menyodorkan makanan yang nggak terlalu ku kenal, kalau tidak salah namanya pancake, terus di memberitahu sesuatu "Maaf sir Ken atas ketidaksopanan kami madam diana memerintahkan kami menjemput anda".

Saya pun mulai kebingungan respon saya seperti ini

"ngomong apaan mbak saya siapa? kamu siapa? kita dimana? mau kemana? cara saya pulang bagaimana?".

Tanpa saya sadari saya telah mempraktekan pelajaran smp saya dari Pak Sidik guru bahasa Indonesia saya dengan menggunakan rumus 5w+1h(kata tanya).

Si mbak berbalik dan kemudian berkata "Nanti anda bisa tahu setelah mencapai tujuan."

Saya mencoba mengobrol dengan pengawal berbadan tegap dan kokoh tadi "Hai bro!" tidak ada respon saya pun mulai mencoba bahasa yang dimengerti semua manusia yaitu kalimat uy,oy, dan woy "Uy, oy , woy... uy ,oy ,woy..." dan masih tidak ada respon balasan.

Hadeh mukanya sangat datar seperti dinding rumah saya, bikin gregetan sekali... hmm hmm saya tidak kehabisan ide. Saya menggunakan prinsip bertahan hidup dengan menggunakan segala cara saya ambil garpu dan mulai menusuk nusukannya ke tangan pengawal yang berkulit putih.

Namun responnya ternyata seperti ini

"Sir bila anda mau mengambil nyawa saya silahkan saya tidak keberatan" wah kagetnya saya luarbiasa bukan karena perkataannya namun pada fakta bahwa ia bisa bicara.

Saya pun mulai berpikir dan memutar otak, saya mulai mencari cara agar mereka mengeluarkan saya dari pesawat.

"Bila kalian patuh kepada saya keluarkan saya dari pesawat!" ternyata perintah saya bekerja, dibukanyalah bagasi pesawat dan diantarkan saya ke ujung dan kedua pengawal mulai mengangkat dan melempar saya keluar pesawat.

Saya pun berteriak "uangan eh buangan eh duangan eh jangan!!".

Kemudian saya mulai diturunkan secara perlahan dan diikat di sepotong kursi panjang oleh mbak mbak yang tadi , tidak lupa dengan isolasi dimulut.

Untungnya saja saya sempat berpikir jernih saya mulai berontak dan mbak tadi berbalik dan bertanya

"Ada apa?"

"saya mau pipis mbak."

"yasudah silahkan"

nah kesempatan nih dalam hati saya. Kemudian saya diantar oleh para pengawal dengan tangan terikat dan tali dileher ke sebuah wc di pesawat.

Hmmmm gagal lagi ujar gua dalam hati, namun tiba tiba pesawat berhenti dan mulai menurun setelah 15 menitan saya pun dikeluarkan dari pesawat dan menyentuh tanah, pertama kalinya saya turun dari pesawat, yang saya lakukan adalah sujud syukur heheheh sudah sampai dengan selamat...

eps1 (prolog)

note : bila ada kesamaan nama perusahaan/merk percayalah saya g bermaksud , bila ada kesalahan kata maafkeun hamba...

Continue Reading